Melihat, mendengar, dan merasakan betapa bobroknya moral para penguasa di negeri yang bernama Indonesia ini, hati menjadi miris. Kasus Nazarudin adalah cermin bagaimana sebuah negeri yang dikelola seperti managemen tukang bakso yang hanya mengejar keuntungan semata tanpa memikirkan nasib orang lain. Menangislah para pejuang 45 yang telah memerdekakan negeri ini. Menjeritkan para pejuang reformasi yang telah menumbangkan rezim yang telah menciptakan cikal bakal segala kekacauan ini. Perjuangan anda masih sia-sia.
Blog of Dewa Its only words. Sebuah catatan, sebuah parodi kehidupan, sebuah tempat berbagi, sebuah telaga menuang rasa
Kamis, 18 Agustus 2011
Selasa, 02 Agustus 2011
?
Insya Allah ke depan blog ini akan lebih memberi manfaat bagi orang lain. Aku masih bingung cari menu yang tepat untuk disajikan. Gambaran sementara, nanti blog ini akan menyediakan artikel-artikel yang berkaitan dengan pendidikan. Amin
Minggu, 31 Juli 2011
Bu, besok puasa
Jumat, 29 Juli 2011
Politik dan Kekuasaan
Pelaksanaan otonomi daerah telah terbukti ampuh dalam mencetak kader-kader koruptor. Pelaksanaan pilkada secara langsung yang semula dimaksudkan agar rakyat benar-benar paham pemimpin yang akan dipilihnya berubah menjadi ajang permainan politik busuk: money politik, intimidasi, aksi balas dendam. dan balas budi. Akibatnya hampir semua sektor pemerintahan terkena imbasnya. Dalam penentuan jabatan, azas right man right place tidak lagi berlaku. Begitu ganti bupati banyak pejabat yang berdebar-debar menunggu palu diketuk, masih dipakai atau bakal dibuang. Akibatnya, pada masa-masa menunggu itu, kinerja menjadi terganggu.
Persoalan yang paling mendasar adalah soal moral. Sistem apapun yang dipakai, tidak akan memberi kebaikan pada rakyat jika sistem tersebut menciptakan sosok-sosok yang amoral. Di tangan mereka sebuah sistem bukan untuk diikuti tapi untuk diakali demi perut sendiri atau kelompoknya.
Ada teman yang dalam waktu satu bulan mengalami dua musibah yang hampir merenggut nyawa putrinya. Reaksi pertama atas musibah beruntun itu adalah instropeksi. Keputusan yang diambil adalah dia menutup semua pintu rejeki yang memungkinkan masuknya rejeki-rejeki yang kurang berkah. Musibah-musibah itu adalah cobaan sekaligus peringatan. Apakah itu solusi yng tepat? Itu tidak penting. Betapa beruntungnya dia diberi hidayah berupa kesadaran semacam itu. Bagaimana orang-orang yang culas, licik, tamak, korup dan jahat? Mereka sudah diperingatkan tapi tidak dianggapnya sebagai peringatan. Celakalah mereka.,anak, dan cucu-cucunya bakal menanggung akibatnya.
Rabu, 06 Oktober 2010
Hati-hatipun bisa celaka
Sore tadi Kajen dan sekitarnya hujan deras. Dengan nekat aku pulang karena harus segera menjemput anak yang pulang sekolah. Sampai di sebuah pertigagaan ada motor yang melaju kencang hendak menyeberang. Aku tratapan. Aku sempat berpikir hendak menambah kecepatan dengan pikirapn motor itu akan di rem. Namun Alhamdulillah Allah masih sayang pada bapak beranak empat ini. Seperti ada yang mengomanda aku mengurangi kecepatan. Ternyata motor itu seolah sedang menyeberang di jalan punya kakeknya. Motor itu melintas cepat hanya beberapa meter dari roda depan motorku. Dan langsung menabrak mobil angkutan yang dari arah barat. Terdengar benturan keras. Waktu kutoleh, motor dan penunggangnya tergeletaak di tengah jalan sedangkan mobil angkutan itu berhenti. Aku ingin menghukum pengendara motor yang sembrono tadi dengan cara tidak menolongnya. Moga=moga Bapak yang kena musibah tersebut tidak apa-apa
Sertifikasi dan Mobil
Adakah hubungan antara sertifikasi dan mobil? Ternyata ada. Para guru sekarang lebih makmur. Mobil bukan lagi termasuk barang yang mewah walaupun belinya bekas. Biarpun begitu sudah merupakan kemajuan. Guru tidak lagi dipandang sebagai profesi yang dipandang dengan sebelah mata. Kini tinggal para guru meningkatkan segala kompotensi. Ayo!
Selasa, 22 Desember 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
