PILIHAN PRESIDEN
PILIHAN BAJU DI TANAH ABANG
PILIHAN BAJU DI TANAH ABANG
Saya pikir tim sukses ketiga calon presiden dan wakil presiden telah salah dalam menilai rakyat yang nota benenya merupakan calon pemilih mereka. Rasa-rasanya kampanye yang menghabiskan milyardan lebih baik di sumbangkan ke masjid atau panti-panti asuhan. Rakyat Indonesia adalah masyarakat yang cerdas. Bukan cerdas dalam berpikir, bukan cerdas dalam membaca, bukan cerdas dalam menganalisa, tapi cerdas dalam merasakan. Intinya omongan yang muluk-muluk, janji yang setinggi langit, bujukan super maut atau kebohongan yang sehalus apapun tidak akan banyak berpengaruh.
Bagi mereka, memilih presiden sama dengan memilih baju di tanah abang. Mereka bukan golongan jet set yang akan memilih baju dengan bandrol harga yang mahal. Mereka bukan penikmat gaya yang akan tergiur dengan gaya yang sedang ngetrend. Mereka adalah penikmat rasa, pecinta naluri, penyayang hati nurani. Kecerdasan yang mereka miliki adalah kecerdasan yang bersifat batiniah. Mereka sangat cerdas dalam menilai mana yang "baik" mana yang "tidak
baik" bagi mereka. Mereka tidak pernah salah dan tidak akan pernah. Akhirnya, semoga dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli nanti, rakyatlah yang jadi pemenangnya.
Bagi mereka, memilih presiden sama dengan memilih baju di tanah abang. Mereka bukan golongan jet set yang akan memilih baju dengan bandrol harga yang mahal. Mereka bukan penikmat gaya yang akan tergiur dengan gaya yang sedang ngetrend. Mereka adalah penikmat rasa, pecinta naluri, penyayang hati nurani. Kecerdasan yang mereka miliki adalah kecerdasan yang bersifat batiniah. Mereka sangat cerdas dalam menilai mana yang "baik" mana yang "tidak
baik" bagi mereka. Mereka tidak pernah salah dan tidak akan pernah. Akhirnya, semoga dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli nanti, rakyatlah yang jadi pemenangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar